Labubu: Si Makhluk Imut-Menyeramkan yang Jadi Idola Kolektor
Di dunia mainan seni (art toys), satu karakter yang mencuri perhatian banyak kolektor adalah Labubu. Meski tampilannya tidak bisa disebut konvensional atau “imut” dalam arti umum, Labubu justru memikat dengan perpaduan keunikan, kelucuan, dan sedikit kesan menyeramkan yang tak biasa. Karakter ini diciptakan oleh seniman asal Hong Kong, Kasing Lung, dan diproduksi oleh Pop Mart, perusahaan ternama yang telah melahirkan berbagai tokoh ikonik dalam dunia koleksi.
Labubu dikenal dengan bentuk tubuh kecil, gigi besar menyeringai, mata bulat melotot, dan telinga panjang menyerupai kelinci. Desainnya yang "tidak sempurna" justru menjadi daya tarik utama. Ia hadir dalam berbagai versi dan tema, mulai dari bajak laut, peri, hewan, hingga karakter fiksi yang dimodifikasi secara kreatif. Setiap rilis biasanya memiliki cerita atau konsep yang membuatnya semakin menarik di mata kolektor.
"Labubu" adalah nama karakter dari seri mainan desain yang sangat populer, terutama di kalangan kolektor mainan seni (art toys atau designer toys). Labubu diciptakan oleh duo seniman asal Hong Kong bernama Kasing Lung dan diproduksi oleh perusahaan mainan Pop Mart, yang juga terkenal dengan seri-seri lain seperti Molly dan Dimoo.
Ciri-ciri Labubu:
-
Bentuknya seperti makhluk kecil yang lucu dan agak menyeramkan, sering digambarkan dengan gigi besar dan senyum lebar.
-
Memiliki telinga panjang seperti kelinci dan mata bulat besar.
-
Desainnya unik dan sering hadir dalam berbagai tema atau kostum, mulai dari bajak laut hingga binatang.
Popularitas:
-
Labubu sangat populer di kalangan kolektor di Asia, termasuk Indonesia.
-
Banyak orang rela antre atau ikut undian (raffle) untuk mendapatkan edisi-edisi terbatasnya.
-
Harganya bisa sangat tinggi, apalagi untuk versi langka atau kolaborasi khusus.
Keberhasilan Labubu tidak lepas dari strategi rilis terbatas (limited edition) dan sistem undian atau “blind box” yang membuatnya semakin diburu. Tidak sedikit kolektor rela antre panjang, bahkan membeli dengan harga tinggi di pasar sekunder hanya demi mendapatkan satu figur Labubu versi langka.
Fenomena Labubu tidak hanya soal mainan, tapi juga bagian dari gaya hidup dan seni kontemporer. Koleksi ini sering dipamerkan di galeri, menjadi dekorasi rumah, atau bahkan investasi jangka panjang. Di Indonesia sendiri, komunitas pecinta Labubu terus berkembang, lengkap dengan acara swap meet, unboxing, hingga pameran.
Labubu adalah contoh bagaimana karakter unik bisa membangun fanbase global. Ia bukan sekadar mainan, tapi representasi dari imajinasi liar dan kreativitas tanpa batas—yang memadukan kegelapan dengan kelucuan dalam satu figur kecil yang penuh pesona.


Komentar
Posting Komentar